Senin, 13 Maret 2017

Program Sinergi Foundation - Ekonomi 4

EKONOMI

Untuk berdaya, ekonomi memang bukan satu-satunya kata kunci. Tapi penting untuk menggenapi independensi makhluk manusia. Berdiri tegak, dengan kepala tak lagi tertunduk. Menjejak bumi, dengan langkah dan keyakinan yang pasti. Untuk semata menjemput Ridho-Nya. Ayo bergerak, bersinergi.





PERAN DAN MANFAAT LUMBUNG DESA
Peran
o    Peran utama LD
o    Simbol pergerakan produktivitas desa
o    Salah satu pusat kegiatan produktivitas desa
o    Ajang pelatihan dan pendidikan produktivitas desa
o    Lahirkan kalangan professional pembangun desa


Manfaat
·         Manfaat utama LD
·         Pengelolaan hasil panen dilakukan dengan pembagian atas tiga komponen dasar. Meski secara ringkas dengan mudah dibagi serba tiga (3), namun pada akhirnya besarnya pembagian tergantung sikon. Pembagian tersebut adalah sbb.:
o    1/3 untuk operasional
o    1/3 untuk pengembangan usaha
o    1/3 untuk fakir miskin di desa ybs
·         OPERASIONAL
Yang termasuk biaya operasional:
·         Biaya produksi dan pasca produksi
·         Gaji pekerja dan bonus
o    Sebaiknya upah pekerja di atas UMR
·         PENGEMBANGAN USAHA
Pembagian hasil panen:
·         Disisihkan untuk bibit
·         Dijual
o    Hasil penjualan digunakan untuk pengembangan usaha
o    Usaha yang dikembangkan disesuaikan dengan sikon
·         HAK FAKIR MISKIN
Keuntungan bagi kalangan miskin, dibagi atas:
·         Zakat = 2,5% yang alokasinya:
o    Untuk konsumtif bagi kalangan fakir
o    Dana zakat bisa juga dari donatur lainnya
·         Sedekah
o    Penggunaan dana sedekah sebaiknya didiskusikan. Utamanya untuk memacu etos agar kalangan miskin bisa keluar dari jerat-jeratnya. Satu hal yang dapat ditimang adalah untuk pendidikan.
o    Penggunaan sedekah untuk pendidikan tak lagi terpaku hanya untuk biaya anak2 kalangan miskin, melainkan membiayai guru atau ahli untuk mendidik pemuda dan anak2 miskin di desa.
o    Dengan membiayai satu atau dua ahli, tim ini bisa mengajari ketrampilan yang dibutuhkan untuk menopang pembangunan desa.
o    Tegasnya inilah beaguru, bukan beasiswa. Manfaat beaguru lebih besar, lebih banyak, lebih luas, lebih lama, lebih berkelanjutan lebih menopang kebutuhan pembangunan desa.

·         Manfaat Lain
LD dan desa dimana LD itu berada bisa menjadi:
·         Daerah tujuan wisata
o    Wisata ke desa dengan apa adanya model desa, juga memberi nuansa tersendiri. Seperti ikut dalam menanam padi dan tanaman lain atau panen, memandikan kerbau, ikut mandi di sungai, sambil juga melihat utuh bagaimana bentuk dari Lumbung Desa.
o    Pengunjung terutama bisa diawali dengan mereka yang menjadi donatur. Sambil melihat perkembangan atas donasi, mereka juga bisa menikmati suasana alam pedesaan.
o    Para pengunjung juga bisa merupakan pelajar sebagai study tour. Dari sini bisa dikemas hal yang saling mengisi. Apa yang dimiliki desa dan tidak ada di kota, bisa disharing. Sebaliknya apa yang tak ada di desa juga bisa disharing.
o    Tentu ini membutuhkan penyiapan sarana dan prasrana termasuk mental warga desa.  Ini memang bab lain yang akan dibicarakan secara khusus.

·         Tempat KKP
o    KKN yang singkatan Kuliah Kerja Nyata, dapat diganti dengan KKP yakni Kuliah Kerja Produktif.
o    PT ybs bisa membuat kesepakatan dengan desa dan pengelola LD, berapa lama dan apa saja yang akan dilakukan selama KKP para mahasiswanya.
o    KKN yang selama ini bersifat hit and run, dengan KKP diubah formatnya jadi permanen berlanjut di tempat yang sama. Mahasiswa boleh berganti, tapi aktivitas di desa tetap lanjut.
o    Maka PT ybs bisa mengukur kinerja dan terus meningkatkan kualitas. Sedang bagi warga desa aktivitas KKP itu dapat dirasakan manfaatnya sungguh-sungguh.

·         Kegiatan CSR
o    LD dan desa dimana LD berada, itu juga bisa menjadi tempat praktek nyata dari CSR perusahaan.
o    Dengan dana CSR, perusahaan ybs bisa membiayai LD dan menjadikan LD itu sebagai salah satu pusat dari praktek CSR yang mereka lakukan.
o    Tetapi yang harus dingat bahwa meski itu dibiayai dana CSR, tak otomatis mereka adalah pemilik LD. Kepemilikan LD tetap ada di desa tersebut di bawah kordinasi LD Pusat.

·         Desa Komunitas
o    LD dan dimana desa itu berada, juga dapat dinamakan ‘desa komunitas…’ yang namanya disesuaikan dengan komunitas yang menjadi donatur total.
o    Missal komunitas penggemar sepeda, atau komunitas perumahan ABC, atau komunitas penggemar grup band anu.
o    Ini menjadi desa yang punya hubungan khusus dengan komunitas tersebut. Dengan hubungan ini, diharap desa itu juga mendapat manfaat dengan terjadinya peningkatan positif. Bahkan

·         CATATAN:
o    Baik jadi tempat wisata, tempat KKP, tempat CSR, dan desa komunitas, semuanya memberi peluang untuk terjadinya transaksi untuk membeli produk desa. 



MOTTO LUMBUNG DESA
Membangun Satu Lumbung Desa, artinya Menanam Akar Ketahanan & Kedaulatan Pangan Indonesia.


Program Sinergi Foundation - Sosial 4

Sinergi Foundation_Sosial

      Problem sosial, tantangan manusia sebagai makhluk sosial. Karenanya sebuah perencanaan sebagai langkah antisipatif, penting dilakukan untuk menjawab tantangan-tantangan ke depan. Dengan potensi masyarakat yang demikian besar, di tengah tatanan kehidupan yang cenderung individual, maka paradigma pembangunan sosial tentu harus diupayakan mengarah pada visi: tak berhenti berbagi manfaat untuk negeri.





Sinergi Pelayanan Umat - Sinergi Foundation










TENTANG SINERGI PELAYANAN MASYARAKAT

Sinergi Pelayanan Masyarakat – Sinergi Foundation merupakan program karitatif yang digagas untuk mengakomodir problematika sosial keseharian masyarakat dhuafa.
Bentuk bantuan dapat berupa patisipasi dana, barang, layanan konsultasi, advokasi dan pendampingan.
Layanan harian yang paripurna merupakan bentuk kemudahan yang disuguhkan kepada para dhuafa untuk meringankan masalah pada saat itu.



AKTIVITAS BANTUAN



·         Bantuan Pelayanan Rumah Sakit
·         Bantuan Pelayanan Kesehatan (untuk kondisi rawat jalan)
·         Pendampingan Pasien di Rumah Sakit (advokasi dan psikologi)
·         Bantuan Pemeriksaan Laboratorium
·         Bantuan Obat-obatan (dalam bentuk tebus resep)
·         Bantuan Operasi Celah Bibir dan Langit-langit
·         Bantuan Alat bagi Penyandang Cacat
·         Bantuan Pengobatan Thibbun Nab
·         Bantuan Transportasi (dalam bentuk pemberian tiket atau surat jalan untuk PO Bis yang dituju)
·         Bantuan Pangan
·         Bantuan Papan (sewa tempat tinggal)
·         Bantuan Tunggakan Rumah Tangga
·         Bantuan Santunan Hidup
·         Bantuan Modal Usaha Kecil
·         Advokasi Bebas Rentenir
·         Bantuan Biaya Uang Masuk SekolahBantuan Seragam, Sepatu, dan Perlengkapan Sekolah
·         Bantuan Tebus Ijazah
·         Bantuan Tunggakan SPP
·         Bantuan Kacamata untuk Pelajar






JUMLAH PENERIMA MANFAAT















BENTUK PROGRAM LUMBUNG DESA


Pada tahun 2014 program lumbung desa sedang menggarap 10 kelompok yang terdiri dari kelompok baru dan kelompok lama yang tersebar di beberapa titik di Jawa barat. Pada dasarnya dari sepuluh kelompok itu, 8 kelompok terfokus pada peternakan hewan domba dan sapi dengan system pemeliharaannya pembibitan dan penggemukan. Untuk kelompok yang lainnya yaitu 2 kelompok terfokus pada pertanian padi dan cabe. 



SUB PROGRAM LUMBUNG DESA
Di antara Sub Program Lumbung Desa yang tengah berjalan:
1.       Pemberdayaan petani dan peternak
2.       Pengembangan lumbung bibit
3.       Penguatan usaha komunitas untuk penanganan hasil panen dan pemasarannya
4.       Tebar 100 ribu Pohon Produktif
5.       Gerakan Selamatkan Sawah Produktif




TUJUAN LUMBUNG DESA
·         Inti Lumbung Desa adalah mengembalikan desa kepada khitahnya: Desa sebagai sumber pangan Indonesia.
Dari inti tujuan, dapat kita pilah atas tiga (3) tujuan:
·         Ke-1: Tujuang Jangka Pendek:
o    Mengembalikan, menghidupkan, dan menggairahkan kembali pengolahan pertanian di desa-desa.
o    Melatih warga setempat untuk jadi penggerak desa dalam pengolahan pertanian yang baik dan benar, sekaligus pengelolaan pasca panennya.
o    Membantu fakis miskin di desa tersebut yang sejogjanya menjadi tanggung jawab warga desa ybs.

·         Ke-2: Tujuan Jangka Menengah:
o    Menuju Ketahanan Pangan Desa.
o    Menjamin hak kalangan fakir miskin di desa itu agar setidaknya terpenuhi kebutuhan darurat, yakni pangan.
o    Menghidupkan jika sudah hilang, atau merawat kembali Modal Social yang masih tersisa di masyarakat, seperti gotong royong, bagi hasil, siskamling, system penggunaan air, tanah bengkok, tanah ulayat dll.
o    Menyadarkan pentingnya sinerjitas warga desa untuk mempertahankan, menentukan, dan merawat masa depan yang lebih baik melalui potensi yang ada.
o    Memantapkan profesionalitas penggerak desa, baik dalam pengelolaan pertanian dan pasca panen, maupun dalam mengorganisir diri sebagai salah satu organisasi desa guna kepentingan dan kemanfaatan desa.
o    Mengajak atau merangsang semangat warga, khususnya pemuda, untuk bersama-sama membangun desa.
o    Menyelamatkan asset desa dari pemilikan yang menelantarkan tanah hingga malah jadi tak produktif.
o    Menyelamatkan asset desa dari penguasaan yang tidak bertanggung jawab, dengan penggunaan lahan dengan tidak memperhatikan potensi, kesesuaian dan kearifan desa.
o    Menyelamatkan bibit/benih asli atau khas desa ybs. Artinya harus dilakukan:
o    Pendataan, pemilahan, perawatan, pelestarian dan pengembangan bibit di lahan yang dikhususkan untuk itu.
o    Membuat bank bibit guna penyimpanan, pelestarian, dan kelangsungan bibit yang khas itu.
o    Menjadikan Lumbung Desa dan desa sebagai Desa Wisata. Yang artinya:
§  Menyiapkan kesadaran warga bahwa ada nilai tambah dengan dijadikannya desa sebagai daerah tujuan wisata.
§  Menyiapkan mental dan perilaku warga, yang dimotori penggerak desa, agar bisa menjadi tuan rumah yang baik guna mendukung saling mengisi dengan para pengunjung.
§  Menyiapkan sarana prasarana sebagai daerah tujuan wisata ala desa tanpa berlebih-lebihan dalam menyiapkan fasilitas. Biarkan para turis menikmati sajian khas desa apa adanya, yang tidak mereka temukan di tempat asalnya.

·         Ke-3 Tujuan Jangka Panjang:
o    Menuju Kedaulatan Pangan Desa untuk terciptanya Desa Berdaulat.
o    Menjadikan desa mandiri di atas kaki sendiri, hingga:
o    Bukan hanya mencegah pemuda untuk tak lagi berurbanisasi dimana desa ditinggal putera-puteri terbaiknya;
o    Melainkan juga memanggil putra-putri terbaik desa untuk kembali, atau setidaknya memberi kontribusi membangun desa.
o    Memantapkan peran desa sebagai salah satu kekuatan guna menopang Kedaulatan Indonesia sebagai sebuah Negara.
o    Menyadarkan pada bangsa Indonesia, terutama pada pemegang kebijakan bahwa kekuatan Indonesia sesungguhnya terletak di desa.



REALISASI PROGRAM
Ada beberapa hal yang harus dilakukan, yang setidaknya dibedakan atas tiga (3) hal. Masing-masing hal tersebut tidak mana yang paling utama dan harus lebih dahulu, melainkan mana yang bisa diselesaikan sesuai sikonnya. Ke-3 hal itu adalah sbb:

1) PEMBENTUKAN

Program Lumbung Desa dapat dilakukan dengan dua pendekatan:
·         Ke-1: Program Yang Sudah Ada
o    Artinya terdapat kegiatan yang sudah berjalan di petani.
o    Kegiatan tersebut tidak harus sama seperti Lumbung Desa.
o    Tegasnya apapun kegiatan yang dianggap bisa menopang cita-cita LD, itu bisa dijadikan pijakan where to start. Dengan kata lain kiprah LD bisa dimulai dari kegiatan yang sudah ada ini.
·         Ke-2: Memulai Dari Awal
o    Untuk memulainya, jika sawah, lahan yang dibutuhkan minimal 5 ha. Angka 5 ha mengacu pada kalkulasi:
1.       Hasilnya agar bisa menutup biaya operasional, terutama untuk upah pekerja.
2.       Tertutupnya operasional dan upah pekerja, memberi keleluasaan untuk bisa komit dan konsisten dalam jangka panjang guna merealisir cita-cita LD.
o    Ditilik dari kisaran dana, untuk sebuah LD dibutuhkan antara Rp 200 juta – Rp 500 juta.

·         Catatan:
Lumbung Desa dalam bentuk phisik memang harus dibuat
·         Jika dalam bentuk gudang kebanyakan seperti yang dipahami sekarang, secara psikologis ini tidak mendorong ghirah ber-LD.
·         Dalam bentuk spt Lumbung Padi tradisional, harapannya semoga ini bisa memompa semangat menghidupkan warisan dan bahkan melengkapi dengan nilai baru untuk kemaslahatan desa.
·         Apa yang dimaksud dengan nilai baru, lihat di bagian Peran & Manfaat LD.

2) PENGELOLA
·         Pekerja sebagai pengelola murni adalah warga setempat, terutama para pemuda-pemudinya.
·         Diutamakan berlatar petani, aktif di kelompok tani, atau aktif di Karang Taruna. Bahkan yang lebih utama lagi, diharap di antara pengelola itu ada yang pernah atau tengah menjabat Ketua Kelompok Tani atau Ketua Karang Taruna.
·         Mengapa latar ini diutamakan?
o    Mereka punya kecakapan di pertanian atau organisasi.
o    Dengan masih berada di kelompok tani dan karang taruna, itu jadi bukti komitmen mereka tetap membangun desa.
o    Dengan jabatan ketua, itu pun bukti bahwa mereka telah diakui dan diterima sifat-sifat kepemimpinan oleh lingkungannya.
·         Kantor atau Sekretariat Pengelola
o    Bisa diawali dengan meminjam rumah dari warga yang baik sebagai implementasi konsep gotong royong.
o    Bisa menyewa, atau
o    Kelak harus berdiri dibangun di atas tanah pengelola.

3) PENDANAAN
        Yang perlu ditegaskan, Ketahanan Pangan apalagi menuju Kedaulatan Pangan, merupakan aktivitas jangka panjang. Maka program LD tidak akan menggunakan dana:
·         Komersial, dan
·         Dana mengikat lainnya dengan sejumlah persyaratan
Ketika LD sudah dianggap cakap atau mandiri, maka:
·         Pengelola leluasa melakukan kerja sama lain, tetapi dengan tetap menjaga nilai dan cita-cita mengapa LD dibangun.
·         Dibuka kesempatan untuk investasi kepada para pihak, yang model bagi hasilnya lihat pada bagian Peran & Manfaat LD.
·         Dana CSR perusahaan yang tidak mengikat terutama di awal pengelolaan LD.
·         Investasi atau CSR perusahaan, yang hasilnya bisa langsung diserap oleh investor atau perusahaan ybs, yang bagi hasilnya disepakati bersama. Tetapi perlu ditegaskan bahwa ini tidak membuka praktek gaya baru ijon (new paradigm of ijon).