Kamis, 23 Februari 2017

Daftar Pustaka

Nuryanti, Wiendu. 1993. “Concept, Perspective and Challenges”.
Peraturan Bupati Badung Nomor 47 Tahun 2010 tentang Penetapan Kawasan Desa Wisata di Kabupaten Badung.
Putra, I Nyoman Darma. 2013. “Localizing the Global and Globalizing the Local:
Opportunities and Challenges in Bali Island Tourism Development”,
Jurnal Kajian Bali, Volume 03, Nomor 02, Oktober 2013pp. 119-136.
Putra, I Nyoman Darma dan I Gde Pitana. 2010. Pariwisata Pro-Rakyat Meretas Jalan
     Mengentaskan Kemiskinan di Indonesia. Jakarta; Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, 2010, Buku Panduan Sapta Pesona
Konsep-pariwisata.blogspot.co.id/2009/04/sapta-pesona.html Muhammad, Farouk. 2003. Metodelogi Penelitian Sosial. Jakarta: Restu agung.

https://id.wikipedia.org/wiki/Desa, Desa – Wikipedea bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari
Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
http   s://ekoharrysusanto.wordpress.com. 28 Juni 2011. Media Massa Untuk Menyelamatkan Lingkungan. UNISBA Bandung.
https://ekoharrysusanto.wordpress.com. 25 Januari 2013. Keberingasan Massa dan Kegagalan Komunikasi Elite. Suara Karya.
Dr. Eko Harry Susanto, 2016. Komunikasi & Gerakan Perubahan. Jakarta : Mitra

            Wacana Media

Kesimpulan

Pariwisata pedesaan yang dimaksud di sini adalah pengembangan aktivitas kepariwisataan di daerah pedesaan dengan mengelola suasana kehidupan sosial ekonomi pedesaan sebagai daya tarik wisata. 

Pariwisata pedesaan tidak mengubah wajah desa yang sebenarnya, karena justru ”menjual” aktivitas keseharian masyarakat sebagai objek dan daya tarik wisata. Wisatawan yang menikmati atraksi wisata pedesaan mengikuti dan menikmati secara langsung suasana kehidupan di desa setempat. 

Berbagai potensi dan keunikan yang dimiliki masyarakat desa dikelola dengan suatu manajemen yang jelas, sehingga muncul suatu prasyarat dasar terjadinya suatu aktivitas wisata, yaitu adanya 
something to see (sesuatu objek keindahan/daya tarik untuk dilihat), something to do (suatu aktivitas yang dilakukan), something to buy (sesuatu untuk dibeli), dan tentu saja something to memorize (suatu pengalaman tak terlupakan untuk dikenang).

Masyarakat desa setempat tidak akan

Komunikasi Budaya Lokal Sebagai Strategi Pengembangan

Berbagai keunikan desa terkait dengan tradisi dan budaya menjadi hal penting yang dilestarikan lalu dikomunikasikan kepada masyarakat luas, sehingga memiliki gaung dan terdengar di seluruh dunia. Budaya yang ada tentu menjadi magnet untuk menarik wisatawan datang. 

Mereka (wisatawan) juga menjadi tertarik, sehingga tak hanya melihat, tetapi juga ikut melaklukannya. Misalnya, ikut metekap (membajak sawah secara tradisional), nandur (bercocok tanam), memasak dan tradisi lain yang ada di masing-masing desa. 

Keunikan budaya dari masing-masing desa menjadi kekhasan, sehingga budaya apa yang ada lalu diangkat lalu dikomunikasikan kepada masyarakat luas utamanya wisatawan.

Walau demikian, keunggulan masing-masing desa juga dalam bentuk atraksi wisata lainnya juga menjadi daya tarik. 

Dari masing-masing desa tersebut memiliki

Potensi Desa

Potensi masing-masing desa di Kabupaten Badung dapat dilihat dari sudut atraksi, aksesibilitas, fasilitas pendukung, organisasi kepariwisataan, dan partisipasi masyarakat.

1. Desa Wisata Bongkasa Pertiwi yang berada di Kecamatan Abiansemal memiliki pemandangan alam yang indah, lokasi arung jeram, arsitektur Bali kuno serta sanggar tari dan 
juga kerajinan perak. 
Desa Bongkasa Pertiwi terkenal dengan aktivitas ATV Ride, rafting/ arum jeram, kerajinan peraknya serta adanya pesona dan daya tarik lingkungan alamnya yang masih menggeluti budaya pertanian

2. Desa Wisata Sangeh terletak di Kecamatan Abiansemal mempunyai atraksi wisata alam berupa hutan pala yang dihuni oleh kera serta jalur trekking. Penataan jalan masuk ke objek wisata kini lebih baik, memasuki pintu gerbang sehinnga lalu-lintas utama di samping objek menjadi lancar. 
Seni tari, seni tabuh, seni ukir/pahat, seni anyaman, Pura Bukit Sari 
merupakan atraksi wisata budaya, sedangkan atraksi wisata buatan di desa Wisata Sangeh ini adalah wisata kuliner dan memancing.

3. Desa Wisata Pangsan, ada di Banjar Sekar Mukti dan Pundung, Kecamatan Petang dikenal dengan wisata arung jeram, trekking dan cycling serta atraksi budaya yang unik yaitu tradisi ngendar, lampat, dan nyerah saye. 
Bali Ngendar adalah tradisi yang dilakukan sekali setahun pada hari raya Galungan dengan membuat bubur di pura penataran yang dilakukan oleh anak-anak usia 5-12 tahun. Proses pembuatan bubur itu tidak boleh disaksikan oleh orang dewasa supaya tidak hangus. 
Bubur ini kemudian dibagikan kepada masyarakat yang datang ke pura penataran. Lampat adalah tradisi yang dilakukan setiap bulan purnama oleh remaja yang sudah akil balik,
 diawali dengan memetik tujuh jenis sayuran di sekitar desa dan tidak boleh ada yang melarang para remaja ini. 
Sayuran ini juga

Rabu, 22 Februari 2017

Pengertian Desa Wisata

Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. (Nuryanti, Wiendu. 1993)

a. Desa
Desa menurut definisi "universal", adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan yang dipimpin oleh Kepala Desa. Ada banyak pengertian desa yang diberikan oleh beberapa para ahli, seperti 
Bambang Utoyo mengatakan Desa merupakan tempat sebagian besar penduduk yang bermata pencarian di bidang pertanian dan menghasilkan bahan makanan.
 R. Bintarto menyebutkan Desa adalah perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis politik, kultural setempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain dan 
Sutarjo Kartohadikusumo  mengatakan Desa merupakan kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri merupakan pemerintahan terendah di bawah camat

b. Wisata
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian wisata adalah bepergian secara bersama-sama dengan tujuan untuk bersenang-senang, menambah pengetahuan, dan lain-lain. Selain itu juga dapat diartikan sebagai bertamasya atau piknik. 
Kegiatan perjalanan ini bisa dilakukan oleh

Pengembangan Desa Wisata Sebagai Bentuk Komunikasi Budaya Lokal

Pendahuluan

Bali menjadi destinasi wisata dunia kini sedang mengembangkan wisata desa sebagai tujuan wisata yang unik. Disamping untuk menciptakan wisata kerakyatan, hal ini juga dipercaya sebagai bentuk komunikasi kebudayaan dari pariwisata Bali yang berazaskan pada pariwisarta budaya.

Dari delapan kabupaten dan satu kota madya di Pulau Dewata semuanya telah mencanangkan hal tersebut. Kabupaten Badung tengah gencar-gencarnya mengembangkan desa wisata. Hal itu untuk menyeimbangkan pergerakan ekonomi antara Badung Selatan dan Badung Tengah serta Badung Utara. 

Pembangunan tersebut dilaksanakan untuk mewujudkan kesejahteran masyarakat, dengan memberdayakan seluruh potensi yang ada. Berdasarkan Peraturan Bupati Badung  Nomor 47 Tahun 2010 tentang Penetapan Kawasan Desa Wisata di Kabupaten Badung maka Kabupaten Badung memiliki 11 desa wisata terletak di Badung Utara.

Kabupaten Badung merupakan