Kamis, 23 Februari 2017

Potensi Desa

Potensi masing-masing desa di Kabupaten Badung dapat dilihat dari sudut atraksi, aksesibilitas, fasilitas pendukung, organisasi kepariwisataan, dan partisipasi masyarakat.

1. Desa Wisata Bongkasa Pertiwi yang berada di Kecamatan Abiansemal memiliki pemandangan alam yang indah, lokasi arung jeram, arsitektur Bali kuno serta sanggar tari dan 
juga kerajinan perak. 
Desa Bongkasa Pertiwi terkenal dengan aktivitas ATV Ride, rafting/ arum jeram, kerajinan peraknya serta adanya pesona dan daya tarik lingkungan alamnya yang masih menggeluti budaya pertanian

2. Desa Wisata Sangeh terletak di Kecamatan Abiansemal mempunyai atraksi wisata alam berupa hutan pala yang dihuni oleh kera serta jalur trekking. Penataan jalan masuk ke objek wisata kini lebih baik, memasuki pintu gerbang sehinnga lalu-lintas utama di samping objek menjadi lancar. 
Seni tari, seni tabuh, seni ukir/pahat, seni anyaman, Pura Bukit Sari 
merupakan atraksi wisata budaya, sedangkan atraksi wisata buatan di desa Wisata Sangeh ini adalah wisata kuliner dan memancing.

3. Desa Wisata Pangsan, ada di Banjar Sekar Mukti dan Pundung, Kecamatan Petang dikenal dengan wisata arung jeram, trekking dan cycling serta atraksi budaya yang unik yaitu tradisi ngendar, lampat, dan nyerah saye. 
Bali Ngendar adalah tradisi yang dilakukan sekali setahun pada hari raya Galungan dengan membuat bubur di pura penataran yang dilakukan oleh anak-anak usia 5-12 tahun. Proses pembuatan bubur itu tidak boleh disaksikan oleh orang dewasa supaya tidak hangus. 
Bubur ini kemudian dibagikan kepada masyarakat yang datang ke pura penataran. Lampat adalah tradisi yang dilakukan setiap bulan purnama oleh remaja yang sudah akil balik,
 diawali dengan memetik tujuh jenis sayuran di sekitar desa dan tidak boleh ada yang melarang para remaja ini. 
Sayuran ini juga
dimasak oleh mereka di pura penataran yang nantinya dibagikan bersama nasi untuk masyarakat yg datang ke pura penataran. Tradisi nyerah saye dilakukan sebulan sekali pada hari Selasa Minggu pertama. Tradisi ini merupakan penyerahan tanggung jawab dari kelian desa kepada warga untuk mengingatkan warga dengan tanggung jawabnya. 
Desa ini memiliki panorama desa yang masih sangat original, serta ditunjang berbagai atraksi seperti hard Trakking dengan jarak 5 Km, dan Soft Trakking dengan jarak sekitar 2 Km dengan berjalan disekitar sawah dengan disuguhi atraksi membajak sawah dengn sapi bali, 
menanam padi, panen padi serta atraksi terpadu lainnya yang sangat didukung dengan adanya pertanian terintegrasi yang saat ini tengah dikembangkan di Desa Pangsan sebagai pilot projek provinsi Bali.selain itu di desa Pangsan juga terdapat sejumlah atraksi lainnya yang dapat dinikmati wisatawan yang memilki minat khusus seperti rafting, 
atraksi memask makanan tradisional (ngelawar/mebat) berbagai suguhan kesenian tradisional serta juga telah didukung dengan adanya sejumlah rumah penduduk yang sudah siap dijadikan sebagai akomodasi.

4. Desa Wisata Petang, ada di Banjar Kerta, Kecamatan Petang juga memiliki pemandangan alam yang indah, arung jeram, kawasan luar Pura Pucak Tedung, dan air terjun Nungnung. Desa kerta terkenal juga dengan wisata agronya, 
serta atraksi trakking yang sangat asri ditengah perkebunan yang melewati jalur – jalur wisata sejarah (napak tilas perjuangan rakyat Bali melawan penjajahan)
 yang saat ini tengah berkembang yang dikelola oleh Tedung sari Trkking dengan start di Desa Kerta dan berakhir di pura puncak Tedung yang sangat menunjang untuk wisata spiritual.

5. Desa Wisata Pelaga, ada di Banjar Kiadan, Kecamatan Petang, di samping udaranya yang sejuk pemandangan alamnya juga sangat indah. Terdapat juga Pura Bukit dan Pura Kahyangan Tiga, Jembatan Tukad Bangkung serta event Festival Budaya Pertanian yang setiap tahun diadakan di Jembatan Tukad Bangkung, jembatan tertinggi di Bali. 
Di Banjar Kiadan mulai muncul beberapa akomodasi penginapan bagi wisatawan yang ingin bermalam di sini. Desa Kiadan juga memiliki atraksi Trakking ditengah-tengah kebun kopi serta ekowisata desanya disamping itu juga didukung dengan keberadaan Air terjun Nungnung serta pesona alamnya yang masih asri.

6. Desa Wisata Belok, tepatnya ada di Banjar Lawak, Kecamatan Petang, mempunyai pemandangan alam yang sangat mempesona, perkebunan kopi dan bunga. Akomodasi dengan dinding yang khas di Banjar Kiadan, Pelaga. 
Masyarakat menjadikan sawah mereka kebun bunga gumitir yang tak hanya untuk dipanen dan dijual hasilnya untuk kebutuhan sesajen dan hiasan tetapi juga menjadi daya tarik wisata.

7. Desa Wisata Carangsari, ada di Kecamatan Petang, mempunyai panorama alam desa yang mengagumkan, sanggar tari dan tabuh, atraksi gajah serta Monumen I Gusti Ngurah Rai. 
Desa ini juga memiliki atraksi wisata alam yang sudah terkenal ke mancanegara.True Bali Experience merupakan milik usaha anak bangsa yang mengelola berbagai aktivitas menantang, 
diantaranya naik gajah keliling desa, bersepeda, jalan-jalan, rafting, berkuda dan lainnya.

8. Desa Wisata Baha, ada di Kecamatan Mengwi, memiliki atraksi di bidang agrowisata, sistem subak. Di desa wisata ini terdapat museum subak dan penataan pemukiman penduduk masih mempertahankan menggunakan arsitektur tradisional.

9. Desa Wisata Kapal yang juga ada di Kecamatan Mengwi, dikenal dengan tradisi perang tipat atau ketupat dan Tradisi Mendak Paluh, Pura Puru Sada Kapal serta Pasar Seni Kapal.

10. Desa Wisata Mengwi, sampai saat ini masih terdapat hamparan sawah dengan sistem subaknya, kawasan luar Pura Taman Ayun yang ditetapkan oleh UNESCO 
sebagai warisan budaya dunia bersamaan dengan lanskap budaya lainnya di Bali dengan label 
The Cultural Landscape of Bali Province: The Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy pada tahun 2012 (Putra 2013). 
Di Taman Ayun juga terdapat botanical garden, kebun buah dan bunga yang bermanfaat untuk sarana upacara.

11. Desa Wisata Munggu yang ada di Kecamatan Mengwi mempunyai potensi wisata alam yaitu Pantai Seseh. Tradisi makotek adalah potensi wisata budaya yang terdapat di Desa Wisata Munggu ini. 
Makotek adalah tradisi bertolak bambu yang dilaksanakan setiap hari raya Kuningan. Acara ini semakin semarak, disaksikan banyak pengunjung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar