Potensi masing-masing desa di Kabupaten Badung
dapat dilihat dari sudut atraksi, aksesibilitas, fasilitas pendukung,
organisasi kepariwisataan, dan partisipasi masyarakat.
1. Desa Wisata Bongkasa Pertiwi yang berada di Kecamatan
Abiansemal memiliki pemandangan alam yang indah, lokasi arung jeram, arsitektur
Bali kuno serta sanggar tari dan
juga kerajinan perak.
Desa
Bongkasa Pertiwi terkenal dengan aktivitas ATV Ride, rafting/ arum jeram,
kerajinan peraknya serta adanya pesona dan daya tarik lingkungan alamnya yang
masih menggeluti budaya pertanian
2. Desa Wisata Sangeh terletak di Kecamatan Abiansemal mempunyai
atraksi wisata alam berupa hutan pala yang dihuni oleh kera serta jalur
trekking. Penataan jalan masuk ke objek wisata kini lebih baik, memasuki pintu
gerbang sehinnga lalu-lintas utama di samping objek menjadi lancar.
Seni tari,
seni tabuh, seni ukir/pahat, seni anyaman, Pura Bukit Sari
merupakan atraksi
wisata budaya, sedangkan atraksi wisata buatan di desa Wisata Sangeh ini adalah
wisata kuliner dan memancing.
3. Desa Wisata Pangsan, ada di Banjar Sekar Mukti dan Pundung,
Kecamatan Petang dikenal dengan wisata arung jeram, trekking dan cycling serta
atraksi budaya yang unik yaitu tradisi ngendar, lampat, dan nyerah saye.
Bali
Ngendar adalah tradisi yang dilakukan sekali setahun pada hari raya Galungan
dengan membuat bubur di pura penataran yang dilakukan oleh anak-anak usia 5-12
tahun. Proses pembuatan bubur itu tidak boleh disaksikan oleh orang dewasa
supaya tidak hangus.
Bubur ini kemudian dibagikan kepada masyarakat yang datang
ke pura penataran. Lampat adalah tradisi yang dilakukan setiap bulan purnama
oleh remaja yang sudah akil balik,
diawali dengan memetik tujuh jenis sayuran
di sekitar desa dan tidak boleh ada yang melarang para remaja ini.
Sayuran ini
juga
dimasak oleh mereka di pura penataran yang nantinya dibagikan bersama nasi untuk masyarakat yg datang ke pura penataran. Tradisi nyerah saye dilakukan sebulan sekali pada hari Selasa Minggu pertama. Tradisi ini merupakan penyerahan tanggung jawab dari kelian desa kepada warga untuk mengingatkan warga dengan tanggung jawabnya.
dimasak oleh mereka di pura penataran yang nantinya dibagikan bersama nasi untuk masyarakat yg datang ke pura penataran. Tradisi nyerah saye dilakukan sebulan sekali pada hari Selasa Minggu pertama. Tradisi ini merupakan penyerahan tanggung jawab dari kelian desa kepada warga untuk mengingatkan warga dengan tanggung jawabnya.
Desa ini memiliki panorama desa yang masih
sangat original, serta ditunjang berbagai atraksi seperti hard Trakking dengan
jarak 5 Km, dan Soft Trakking dengan jarak sekitar 2 Km dengan berjalan
disekitar sawah dengan disuguhi atraksi membajak sawah dengn sapi bali,
menanam
padi, panen padi serta atraksi terpadu lainnya yang sangat didukung dengan
adanya pertanian terintegrasi yang saat ini tengah
dikembangkan di Desa Pangsan sebagai pilot projek provinsi Bali.selain itu di
desa Pangsan juga terdapat sejumlah atraksi lainnya yang dapat dinikmati
wisatawan yang memilki minat khusus seperti rafting,
atraksi memask makanan
tradisional (ngelawar/mebat) berbagai suguhan kesenian tradisional serta juga
telah didukung dengan adanya sejumlah rumah penduduk yang sudah siap dijadikan
sebagai akomodasi.
4. Desa Wisata Petang, ada di Banjar Kerta, Kecamatan Petang
juga memiliki pemandangan alam yang indah, arung jeram, kawasan luar Pura Pucak
Tedung, dan air terjun Nungnung. Desa kerta terkenal juga dengan wisata
agronya,
serta atraksi trakking yang sangat asri ditengah perkebunan yang
melewati jalur – jalur wisata sejarah (napak tilas perjuangan rakyat Bali
melawan penjajahan)
yang saat ini tengah berkembang yang dikelola oleh Tedung
sari Trkking dengan start di Desa Kerta dan berakhir di pura puncak Tedung yang
sangat menunjang untuk wisata spiritual.
5. Desa Wisata Pelaga, ada di Banjar Kiadan, Kecamatan Petang,
di samping udaranya yang sejuk pemandangan alamnya juga sangat indah. Terdapat
juga Pura Bukit dan Pura Kahyangan Tiga, Jembatan Tukad Bangkung serta event
Festival Budaya Pertanian yang setiap tahun diadakan di Jembatan Tukad
Bangkung, jembatan tertinggi di Bali.
Di Banjar Kiadan mulai muncul beberapa
akomodasi penginapan bagi wisatawan yang ingin bermalam di sini. Desa
Kiadan juga memiliki atraksi Trakking ditengah-tengah kebun kopi serta ekowisata
desanya disamping itu juga didukung dengan keberadaan Air terjun Nungnung serta
pesona alamnya yang masih asri.
6. Desa Wisata Belok, tepatnya ada di Banjar Lawak, Kecamatan
Petang, mempunyai pemandangan alam yang sangat mempesona, perkebunan kopi dan
bunga. Akomodasi dengan dinding yang khas di Banjar Kiadan, Pelaga.
Masyarakat
menjadikan sawah mereka kebun bunga gumitir yang tak hanya untuk dipanen dan
dijual hasilnya untuk kebutuhan sesajen dan hiasan tetapi juga menjadi daya
tarik wisata.
7. Desa Wisata Carangsari, ada di Kecamatan
Petang, mempunyai panorama alam desa yang mengagumkan, sanggar tari dan tabuh,
atraksi gajah serta Monumen I Gusti Ngurah Rai.
Desa ini juga memiliki atraksi
wisata alam yang sudah terkenal ke mancanegara.True Bali Experience merupakan
milik usaha anak bangsa yang mengelola berbagai aktivitas menantang,
diantaranya naik gajah keliling desa, bersepeda, jalan-jalan, rafting, berkuda
dan lainnya.
8. Desa Wisata Baha, ada di Kecamatan Mengwi, memiliki atraksi
di bidang agrowisata, sistem subak. Di desa wisata ini terdapat museum subak
dan penataan pemukiman penduduk masih mempertahankan menggunakan arsitektur
tradisional.
9. Desa Wisata Kapal yang juga ada di Kecamatan Mengwi, dikenal
dengan tradisi perang tipat atau ketupat dan Tradisi Mendak Paluh, Pura Puru
Sada Kapal serta Pasar Seni Kapal.
10. Desa Wisata Mengwi, sampai saat ini masih terdapat hamparan
sawah dengan sistem subaknya, kawasan luar Pura Taman Ayun yang ditetapkan oleh
UNESCO
sebagai warisan budaya dunia bersamaan dengan lanskap budaya lainnya di
Bali dengan label
The Cultural Landscape of Bali Province: The Subak System as
a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy pada tahun 2012 (Putra 2013).
Di Taman Ayun juga terdapat botanical garden, kebun buah dan bunga yang
bermanfaat untuk sarana upacara.
11. Desa Wisata Munggu yang ada di Kecamatan Mengwi mempunyai
potensi wisata alam yaitu Pantai Seseh. Tradisi makotek adalah potensi wisata
budaya yang terdapat di Desa Wisata Munggu ini.
Makotek adalah tradisi bertolak
bambu yang dilaksanakan setiap hari raya Kuningan. Acara ini semakin semarak,
disaksikan banyak pengunjung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar