Berbagai keunikan desa terkait dengan tradisi dan budaya menjadi
hal penting yang dilestarikan lalu dikomunikasikan kepada masyarakat luas,
sehingga memiliki gaung dan terdengar di seluruh dunia. Budaya yang ada tentu
menjadi magnet untuk menarik wisatawan datang.
Mereka (wisatawan) juga menjadi
tertarik, sehingga tak hanya melihat, tetapi juga ikut melaklukannya. Misalnya,
ikut metekap (membajak sawah secara tradisional), nandur (bercocok
tanam), memasak dan tradisi lain yang ada di masing-masing desa.
Keunikan
budaya dari masing-masing desa menjadi kekhasan, sehingga budaya apa yang ada
lalu diangkat lalu dikomunikasikan kepada masyarakat luas utamanya wisatawan.
Walau demikian, keunggulan masing-masing desa juga dalam bentuk
atraksi wisata lainnya juga menjadi daya tarik.
Dari masing-masing desa
tersebut memiliki
atraksi wisata yang dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu atraksi wisata alam, atraksi wisata budaya, dan atraksi wisata buatan.
atraksi wisata yang dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu atraksi wisata alam, atraksi wisata budaya, dan atraksi wisata buatan.
Pertemuan antara masyarakat desa sebagai pelaku budaya local akan berinteraksi
dengan wisatawan dari berbagai belahan dunia itu, sehingga terjadi komunikasi
antar budaya. Komunikasi terjadi diantara masyarakat dengan wisatawan dapat
menguatkan keinginan para wisatawan untuk berkunjung kembali. Mereka juga dapat
menceritakan kepada keluarga, saudara juga teman-temannya maka terjadi promosi
dari mulut ke mulut.
Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang
terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang
berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua
perbedaan ini. Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara
orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras, etnik, atau
perbedaan-perbedaan sosio ekonomi).
Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang
dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi.
Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, dengan berkomunikasi manusia
dapat berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari dalam rumah
tangga, di tempat kerja, di pasar, dalam masyarakat atau dimana saja manusia
itu berada (Muhammad, 2003:1).
Dalam upaya menjaga hubungan yang harmonisasi antar masyarakat
desa wisata dan wisatawan, mengedepankan empati merupakan sumber kekuatan
hubungan di lingkungan masyarakat majemuk. Empati adalah kejujuran diri sendiri
dalam komunikasi antarkelompok yang memiliki karakter tidak sama.
Berempati
bukan berarti kehilangan jati diri yang mengabaikan norma yang diyakini secara
individual mapun kelompok, tetapi hanya penundaan sementara terhadap identitas
diri dari atribut egosentris demi menghargai pihak lain. Dengan kata lain, komunikasi
yang empati merupakan ekspresi dari kejujuran penghargaan terhadap diri sendiri
untuk menyesuaikan dengan tuntunan kehidupan masyarakat majemuk yang memiliki
keberagaman perilaku (wisatawan).
Dengan menggunakan komunikasi empati, yang
memposisikan seandainya mereka yang berbeda adalah “kelompok saya”, maka
perbedaan nilai, sikap dan kepercayaan justru menjadi kekuatan dalam mencapai
kesejahteraan (Eko Harry Susanto, 2013).
Sapta Pesona berasal dari dua patah kata, yaitu Sapta” dan “Pesona”.
Sapta Pesona ini dipahami sebagai 7 (tujuh) unsur yang terkandung dalam setiap produk pariwisata serta dipergunakan sebagai tolak ukur peningkatan kualitas produk pariwisata.
Tujuan diselenggarakan program Sapta Pesona adalah untuk meningkatkan kesadaran, rasa tanggung jawab segenap lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat luas untuk mampu bertindak dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sapta Pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di Negara kita.
Sapta Pesona terdiri dari tujuh unsur yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan.
Kita harus menciptakan suasana indah dan mempesona, dimana saja dan kapan saja. Khususnya ditempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan dan pada waktu melayani wisatawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar