Pariwisata pedesaan yang dimaksud di sini
adalah pengembangan aktivitas kepariwisataan di daerah pedesaan dengan
mengelola suasana kehidupan sosial ekonomi pedesaan sebagai daya tarik wisata.
Pariwisata pedesaan tidak mengubah wajah desa yang sebenarnya, karena justru
”menjual” aktivitas keseharian masyarakat sebagai objek dan daya tarik wisata.
Wisatawan yang menikmati atraksi wisata pedesaan mengikuti dan menikmati secara
langsung suasana kehidupan di desa setempat.
Berbagai potensi dan
keunikan yang dimiliki masyarakat desa dikelola dengan suatu manajemen yang
jelas, sehingga muncul suatu prasyarat dasar terjadinya suatu aktivitas wisata, yaitu adanya
something to see (sesuatu objek keindahan/daya
tarik untuk dilihat), something to do (suatu aktivitas yang dilakukan),
something to buy (sesuatu untuk dibeli), dan tentu saja something
to memorize (suatu pengalaman tak terlupakan untuk dikenang).
Masyarakat desa setempat tidak akan
mengubah gaya dan pola hidupnya. Penggiat usaha tani tetap bertani, peternak tetap beternak, perajin menjadi tetap perajin. Demikian pula aktivitas seni budaya dan adat, tetap berjalan seperti biasa.
mengubah gaya dan pola hidupnya. Penggiat usaha tani tetap bertani, peternak tetap beternak, perajin menjadi tetap perajin. Demikian pula aktivitas seni budaya dan adat, tetap berjalan seperti biasa.
Wisatawan yang datang
menjadi pengamat (observer) sekaligus pelaku (participant)
aktivitas peri kehidupan masyarakat setempat. Dalam Desa WisataTidak akan
dibangun akomodasi wisata berskala besar, karena sesuai dengan hakekatnya untuk
menjadikan masyarakat lokal sebagai pelaku usaha serta tidak mengubah wajah
desa.
Maka bila melalui wisata pedesaan ini selanjutnya muncul kebutuhan
terhadap adanya akomodasi wisata, baik berupa penginapan atau rumah maka,
rumah-rumah penduduklah yang dikelola dan dikembangkan sebagai akomodasi.
Dalam
hal ini tentu saja harus dilakukan penyesuaian-penyesuaian, agar suasana
permukiman tradisional masyarakat setempat tetap terjaga, namun aspek-aspek
kualitas layanan, higienis, sanitasi juga terpenuhi.
Jadi melalui pengembangan desa wisata ini
diharapkan akan dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam pemberdayaan ekonomi
kerakyatan sekaligus sebagai insentif bagi masyarakat agar tetap menggeluti
kegiatannya dipedesaan dengan tanpa harus pergi kekota untuk mencari pekerjaan.
Melalui Village Tourism/wisata pedesaan ini diharapkan akan dapat menciptakan
lapangan pekerjaan, mengentaskan kemiskinan, mendorong berkembangnya upaya
pelestarian seni budaya serta memotivasi masyarakat untuk senantiasa
berperilaku hidup bersih dan sehat.
Disamping itu, dengan terbentuknya desa
wisata juga sebagai media untuk berkomunikasi budaya, baik berkomunikasi antar
warga, berkomunikasi dengan orang lain dan berkomunikasi dengan alam
lingklungan serta Tuhan Yaang Maha Esa.
Sebab, dengan melestarikan lingkungan
kita sudah menghormati ciptaan Tuhan. Dalam hal ini promosi dapat dilakukan
melalui komunikasi. Promosi adalah upaya
untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan
menarik calon konsumen untuk membeli atau mengonsumsinya.
Dengan adanya promosi
produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan. Promosi
pariwisata dalam hal ini adalah kampanye dan propaganda kepariwisataan atas
rencana/program wisata secara kontinu.
Dalam melakukan promosi pariwisata diperlukan komunikasi. Dimana
komunikasi harus memiliki minimal 3 unsur agar suatu komunikasi dapat berlangsung
dengan baik.
3 unsur yang harus ada dalam sebuah kegiatan komunikasi yaitu :
adanya komunikator sebagai pemberi informasi,
adanya pesan yang disampaikan dan
adanya komunikan sebagai penerima informasi.
Selain 3 unsur tersebut, harus
terdapat alat (instrumen) sebagai media perantara pemberi pesan dari
komunikator kepada komunikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar